Mongki,
Ajari aku untuk membencimu. Ajari aku untuk tidak jatuh makin dalam untuk senyum bodohmu. Ajari aku untuk bisa melupakan kamu.
Karena apapun yang kulakukan, kamu mustahil untuk dibenci. Aku belum berhasil melupakan kamu. Dan setiap hari aku menyadari bahwa aku makin terjebak dalam senyum nggak jelasmu.
Mongki, aku capek.
Kamu cuek sama aku, kayak aku itu cuma udara. Kamu lupain aku, apa itu benar? Karena aku, nggak bisa lupa sama kamu. Aku lelah rindu padamu, bila kamu tidak akan membalasnya. Aku terjebak dalam kabut bodoh ini, dan aku tak yakin aku ingin keluar. Segalanya terasa tidak pasti. Absurd. Aku tahu hal-hal eksak bukan bidangku tapi untuk saat ini saja, aku berharap ada semacam rumus untuk mengetahui isi hatimu.
Mari sama-sama berharap rumus itu tidak melibatkan angka 3,14.
Mongki,
Aku salah apa sama kamu sampai kamu nggak mau lihat aku lagi?

No comments:
Post a Comment