Saturday, February 23, 2013

Hujan

Hujan jatuh di depan rumahku
Menetes satu demi satu
Mendinginkan luka di hatiku
Yang jelas ditoreh olehmu

Airmata bergulir turun bersama hujan
Melewati pipiku dan menets ke tanganku
Dan akhirnya pergi lewat telunjuk dan
Bergabung dengan genangan air di kakiku

Aku harus mengatakan kata-kata itu padamu
Kata-kata yang mengerikan
Yang aku tepis keberadaannya dan kenyataannya
Yang selalu ku jauhi dan kuhindari

Tapi nyatanya tak ada yang berubah
Aku masih menunggu dan terluka
Kau masih bahagia dan buta
Dan itu artinya aku harus berkata padamu

Sampai jumpa, cinta pertama
Bukan, bukan selamat tinggal
Cintaku masih ada, tak semudah itu sirna
Walaupun kau terus menolak keberadaannya

Sampai nanti, wahai yang terkasih
Sampai takdir mempertemukan kita lagi
Semoga waktu itu tak akan lama
dan cintaku masih tersisa

Au revoir, mon ami
Berbahagialah di tempatmu sana
Di sana tidak akan ada seorang 'aku'
Yang mengganggumu dengan cinta yang menyebalkan

Apa katamu? 'semoga kau juga bahagia?'
Bodoh, aku? Bahagia?
Tanpa kamu aku tidak bisa tersenyum
Tanpa kamu bahagia itu hanya ada di dongeng sebelum tidur

Hei, jangan cemberut begitu
Yang penting kamu bahagia kan?
Aku sangat ingin membuat kamu bahagia
Walau itu artinya membuat mata ini meneteskan airnya

Tidak, aku tidak apa-apa
Ini pilihanku, melukai diriku demi kamu
Aku rela menjadi hunian ribuan luka
Jika itu artinya kamu bahagia

Aku hanya minta satu hal padamu
Yaitu sedikit tempat di relung memorimu
Tempatku bisa bergelung dengan damai
Agar kamu selalu ingat padaku

Hujan masih mengguyur rumahku
Beriringan dengan langit yang bergemuruh
Guntur menyambar, aku menjerit
"Aku tak ingin berpisah dengamu!!"

Friday, February 22, 2013

HAI maaf bgt tulisan 'Untuk 10' gagal bgt! gue aja gak nangis nulisnya hehe-_- maaf samasekali gasedih soalnya susah bgt nulis tentang kenangan 212 orang hehe :)

sebenernya sih guenya aja yg bodoh........

Untuk 10

3 tahun Rexasta bersama-sama, tapi rasanya tidak selama itu
Banyak hal yang sudah kita lakukan, dan kita harap bisa lakukan bersama
Banyak tawa dan senyum yang kita bagi bersama
Juga tangis yang kita deraikan
Banyak kenangan indah kita bersama 
yang kalau kita bahas akan membuat airmata jatuh.
Kita akan menangisi waktu, bagaimana ia begitu cepat berjalan
Kita akan menangisi kesempatan yang terbuang
Janji-janji yang tidak bisa ditepati,
Dan teman-teman yang mungkin hanya sampai di sini.

Inget waktu pertama kali kita masuk?
Inget gimana kita merasa labschool begitu keras?
Dulu kupikir 3 tahun di sini seperti dipenjara
Sekarang, aku berharap punya 3 tahun lagi bersama-sama
Inget hari-hari kelam MOS, tanpa teman yang kita kenal?
Pertama kali kita bersalaman, berkata "Halo, nama lo siapa?"
Tanpa tahu, orang itu mungkin akan menjadi sahabat kita
Untuk selamanya.

Kelas 7, langkah pertama di Labschool.
Teman yang sama sekali baru, lingkungan yang berbeda
Tugas, tugas, dan ulangan.
Sedikit-sedikit ada acara, sedikit-sedikit buat nametag
Tapi, masa-masa itu yang akan kita ingat selamanya.
Ingat pemilihan nama kelas? waktu itu temanya band
Cobra S7Arship, Pi7Bull, Ow7 City, Co7Dplay, dan Rolling s7onEs
Ingat kaos kelas kita? Dan betapa bangganya kita memakainya?
Ingat betapa bahagianya kita menerima kaos angkatan?
Ingat ACEX dan Labspart 2011?
Stand pertama kita, kebanggaan kelas kita.
Satu kelas berkerja sama untuk menyusun stand dan menang.
Ingat bagaimana bangganya kita dulu, merasakan kelas kita menyatu
demi satu stand yang berdiri dengan bangga, walau hanya sehari.

Satu tahun kita berakhir, perpisahan pertama kita.
"Pengen ulang MOS, Kalam, SSN, dan semuanya."
Begitu kita tulis di twitter masing-masing.
PA terakhir, ucapkan terima kasih pada wali kelas
Teman saling memeluk, berkata
"Gue gak mau pisah."
Ingat bagaimana kita berharap sekelas dengan si A, atau tidak mau dengan si B
Refleksi kita, semua bahagia.
Kita masih terlalu muda, terlalu naif, terlalu buta dengan perihnya berpisah.

Kelas 8, dimana kita jatuh cinta dengan kelas masing-masing.
Dimana kelas 8A sampai E merasakan ikatan dekat dengan sekelas.
Tahun kedua, masa-masa bahagia.
OSIS MPK pada puncak jabatannya, panitia angkatan dipilih, lomba ini dan itu.
Dan puncak dari segalanya, ACEX 2012, Wonderland.
Semuanya, panitia atau tidak berjuang mewujudkan ACEX yang sempurna.
Dan benar, ACEX kita adalah ACEX terindah yang pernah kulihat.
Rasanya semua begitu sempurna. Rasanya segalanya untuk selamanya
Sayangnya, waktu berkata lain.

Hari-hari terakhir kelas 8, saat aku mengerti arti berpisah
Tahu lagu 'Sahabat Kecil'?
Dulu aku merasa itu lagu yang manis dan bahagia.
Tapi, kelas 8 ku mengubahnya, aku yakin kelas 8 kalian juga,
Kelas kita begitu solid, dekat, dan  bahagia, sayang untuk berpisah.
Segala begitu pas, begitu absolut.
Hingga datanglah minggu terakhir pembelajaran.
Aku masih ingat bagaimana kita bernyanyi terima kasih bapak atau ibu untuk hampir tiap guru.
Aku masih ingat, rasa sedih ketika silat untuk terakhir kali.
Dulu sering sekali aku merasa malas untuk silat, benci memakai seragamnya.
Tapi ketika aku menyimpannya, mungkin tak akan kupakai lagi, aku menangis.
Dan aku mengerti, apa yang dimaksud Ipang ketika ia menulis,
Rasanya semua, begitu sempurna. Sayang untuk mengakhirinya.

Lalu, PA terakhir, dan refleksi
Semuanya berusaha terlihat bahagia dan tersenyum
Semuanya menyembunyikan tangis-tangisnya.
Semuanya merasa sayang untuk menodai hari bahagia terakhir dengan airmata
Walau akhirnya segalanya terbuka juga.
Banyak yang menangis dan terisak, berpelukan dan bersalaman,
"Nggak mau. gue nggak mau pisah!"
"Maaf ya, gue selama ini nggak bener."
Dan penyesalan-penyesalan lainnya berderai dari mulut kita.
Kenangan satu tahun kembali terputar.
Anak yang paling nakal, menangis paling keras
Anak yang pendiam, terisak di pundak temannya
Dan kita menyadari, betapa perihnya rasa berpisah.

Akhirnya di sinilah kita, langkah terakhir kita di SMP ini.
Derap-derap kita yang selalu bergema di Jum'at pagi akan sirna
karena ini lari pagi terakhir kita.
Lucu, lari pagi terakhir ini mengawali 'terakhir'-'terakhir' yang lain.
Belajar terakhir, Ulum terakhir, Ujian terakhir,
Pertemuan terakhir.

Hei, tapi kita masih punya waktu kan?
Masih 60 hari lebih menjelang Ujian Nasional, kita masih bersama.
Aku masih di sini, kamu masih di sini.
Rexasta Pravoira belum berakhir.
Mungkin banyak yang sudah tahu SMA mana yang mereka masuki
Mungkin ada yang sudah tahu mereka berpisah dengan sahabatnya
Dan pasti sudah banyak yang sadar,
Perpisahan besar itu begitu dekat.

Ini berbeda dengan naik kelas.
Pemisah kita bukan hanya sebatas tembok
Mungkin jalanan, bahkan kota, atau negara.
Kita nggak akan 'masih bisa ngobrol pas solat'
Tahun depan masjid kita bukan ini, solawat kita bukan ini.
Kita terpisah. Kita berakhir.
Dulu, aku begitu ingin cepat mendengar bel pulang.
Sekarang, aku harap ada di dunia dimana bel pulang tidak pernah berbunyi
dan Rexasta tidak akan berpisah.
Dongeng Rexasta di SMP Labschool Kebayoran sudah akan berakhir
Aku tahu, kisah manis kita tak berujung
Tapi mengucapkan selamat tinggal tetap sakit.
Aku tahu kita masih bisa berhubungan
Tapi apa artinya kalau tidak bertemu tiap hari?
Rasa reuni dengan sekolah bersama itu berbeda.
Kita nggak akan cuma kebagi 6 kelas

Rex, kalian takut nggak?
Kalian takut nggak sama perpisahan?
Sama takdir, dan waktu yang akan merobek kita?
Karena gue begitu takut. Sangat takut.
Karena bersama 'perpisahan' datang 'melupakan'

Kalian nggak akan lupa kan?
Kalian nggak akan lupa sama Rexasta kan?
Sama ACEX kita, sama Dasakasatriya?
Sama 212 orang yang rusuh dan nggak jelas?
Kenangan tentang Rexasta akan selalu hidup di hati kita
Maka, ketika hari itu tiba, hari dimana kita tidak bisa tetap bersama
Dan hanya kenanganlah jalan kita untuk berjumpa
Berjanjilah untuk menyimpan Rexasta di hati kalian,
di mana kita bisa selalu bersama
Karena di sanalah, dongeng kita tetap berjalan.
Kau hanya perlu menutup mata,
dan melukiskan kebahagiaan kita.

10, dongeng kita sudah mau berakhir.
Goresan terakhir akan ditoreh
Kata-kata 'mereka hidup bahagia untuk selamanya' tinggal sedikit lagi.
Pastikan apa yang kamu tinggalkan di dongeng ini memang pantas ada di sini.
Lihat buku kita untuk terakhir kalinya,
sebelum akhirnya ia tertutup
dan kita para tokoh sekaligus penulisnya terhapus.
Lihat bagaimana kisah 212 orang menyatu
Menjadi satu dongeng luar biasa
dongeng yang indah
dongeng yang berbeda
dongeng kita
dongeng ini ada judulnya
judulnya bagus lho
judul kisah kita di Labschool
Kisah yang sempurna
Kisah yang penuh kenangan
dari Rian, ke Pandu, Djati, Nadhif, Dzi sampai Aquila sampai balik ke Rian lagi
Semuanya berbeda, semuanya menulis bersama
Kisah kita, Angkatan kita, Keluarga kita

Rexasta Pravoira
2010 - 

Saturday, February 16, 2013

Kita dan Semesta

Seandainya semesta mau hari ini kita bertemu, maka kita pasti bertemu.

Tapi sepertinya semesta masih sibuk dengan urusan lain. Ia masih belum memiliki waktu untuk mengurusi dua remaja bodoh semacam kita. Mungkin, semesta sedang mempertemukan seorang ayah dengan anaknya. Mungkin karena itu aku di rumah dan melukis sementara kamu di sana berjalan-jalan.

Bila semesta mau, saat ini juga kamu bisa mengetuk pintu rumahku.

Tapi sepertinya semesta punya hal lain untuk diatur, karena nyatanya aku tidak mendengar ketukan atau 'assalamualaikum' dari kamu. Mungkin hal itu sangat darurat, jadi semesta menahan dulu untuk mempertemukan kita. Bila memang benar begitu, tidak apa-apa kita tidak bertemu sekarang. Siapa tahu semesta sedang merencanakan senja yang indah dimana kita akan bersama di bawah siraman cahaya jingganya.

Aku tahu semesta akan menarik kita bersatu, tapi persisnya kapan hanya dia yang tahu.

Aku tidak keberatan menunggu kamu. Walaupun sudah cukup lama, tapi aku masih merasakan hangat yang sama ketika melihatmu. Aku masih menemukan senyum di bibirku ketika kita bertemu. Dan kupu-kupu masih setia bermain dalam perutku setiap kau berbicara padaku. Hei, dulu kau pernah mengatakan bahwa bertemu orang yang dicintai itu geli kan? Kamu benar ternyata, aku selalu merasa begitu ketika melihat kamu.

Aku tahu kita akan bertemu. Sungguh, aku yakin tentang itu. Tapi, sampai saat itu tiba, sampai ketika semesta memutuskan, maukah kamu membalas pesanku?