Friday, October 26, 2012

suatu pagi menjelang siang

Di suatu pagi menjelang siang, kita bertemu
Kita duduk bersama di kelas yang sudah kita kenal
Kita berkenalan, kita bercanda, kita tertawa
Kita baru bertemu, namun segalanya terasa pas

Sejak itu kita terus bersama
Belajar dan meniti tali kehidupan
Dengan penuh senyum dan tawa
Seakan kitalah orang-orang terbahagia

Nyatanya, memang kitalah orang-orang terbahagia
Bahagia karena bertemu 38 orang yang tepat
Bahagia karena diberi kesempatan bersama
Meskipun hanya sesaat

Hari demi hari berlalu
Diselingi kejahilan dan ejekan khas kita
Kita tumbuh bersama dan sebelum kita sadar
Kita semua saling jatuh cinta

Jatuh cinta kepada kelas yang sempurna
Kelas yang begitu ramai dan rusuh
Kelas yang tawanya terus berdering
Kelas yang selalu bahagia, kelas kita

Kita menjadi tak terpisahkan
Walau banyak masalah dan perasaan
Tapi itu tidak mematahkan kita
Malah, makin mengikat 39 hati kita

Ketika kita akan berpisah
Kita baru sadar betapa kelas ini penting
Betapa kelas ini akan dirindukan
Dan betapa kita tak mau saling berpisah

Lalu datanglah hari itu
Hari terakhir kita sebagai satu
Hari yang sedih namun ditutupi dengan tawa
Walau tangis akhirnya pecah juga

Di suatu pagi yang berawan
Kita duduk bersama di kelas yang sudah kita kenal
Bukan, bukan kelas
Ini rumah kita

Di pagi yang berawan itu
Tak ada tawa yang terlontar
Hanya ada tangisan dan ratapan
yang berbunyi "aku tak mau berpisah"

Kita berpelukan dan menangis
Bersalaman dan melontar senyum
senyum yang berarti "Maafkan aku,
setelah ini mungkin kita tak kan bersama"

Tangisan yang deras mengiringi memori kita
Tentang bagaimana kita berteman dan bersahabat
Tentang mimpi-mimpi kita yang menjadi nyata
Tentang kita, keluarga yang akan pecah

Begitu banyak persahabatan yang dirajut disini
Begitu banyak cinta yang diberi
Begitu banyak kenangan kita bersama
Walau hanya setahun kita berjumpa

Sekarang kita berjalan sendiri-sendiri
Walau tak melupakan keluarga lama kita
Keluarga yang selalu bahagia
Dan terbentuk di suatu pagi menjelang siang

Betapa besar rindu yang tercurah untuk keluarga ini
Betapa kita ingin kembali saling memiliki
Betapa kita ingin waktu berputar
Dan kita bisa kembali saling jatuh cinta

Tiap hari tanpa kalian terasa tak nyata
Seakan ini mimpi yang mengerikan
Kita semua ingin bangun
Dan kembali pada masa saat kita bersama

Namun inilah kenyataan
Dan nyatanya disinilah aku
Kembali menulis dan menangis
Di tempat yang sama dengan dulu
dengan saat pertama kali ku menulis
Untuk kelas yang luar biasa
Untuk keluarga yang tak akan pernah pecah
Untuk ku, untukmu, untuk kita
Untuk kelas yang dimulai dari ale
dan diakhiri oleh virza
Untuk kelas pertama dhono di labsky
Untuk kelas dengan seorang siswi latah
untuk kelas yang penuh kenangan dari ale sampai virza dan balik lagi ke ale
Untuk kelas pelangi
yang beberapa warnanya sudah memudar

untuk kamu

domika8Do
still 2011 - Eternity

Friday, October 19, 2012

Tiang yang berdiri terakhir

Pasti ada kalanya hal-hal yang direncanakan hancur. Aku tidak mau kamu merasakan hal itu. Aku tidak mau merasakan mimpimu luluh lantah.

Aku ingin kamu terus bermimpi meski mungkin aku harus berhenti mengejar mimpiku sendiri.

Aku ingin menjadi tiang yang berdiri terakhir. Yang saat semuanya menjadi salah, masih ada aku sebagai tempat bersandar. Ketika semua orang yang kupedulikan kehilangan tempat berlindung, masih ada aku.

In short, I want to be everyone's superhuman.

Tapi, bagaimana jika tiang terakhir butuh tempat bersandarnya juga?

Semoga orang-orang yang dilindungi dan bersandar padaku mau melindungiku dan kusandari.

Monday, October 15, 2012

Nggak Tahu

Nggak tahu ya, aku cuma ingin menangisi hal-hal yang belum kita lakukan dan memori yang terlupa.

Aku cuma ingin keluar dari pekatnya rindu tapi nyatanya aku tak bisa. Aku ingin berhenti mengucurkan air mata tapi nyatanya mataku tetap basah. Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi tapi sepertinya itu sulit.

Nggak tahu lagi. Pokoknya kamu menyebalkan.

Kamu nggak menganggapku ada lagi padahal dulu selalu datang padaku. Kamu nggak menatapku lagi. Kamu nggak ngomong sama aku lagi. Kamu nggak pernah lagi duduk secara random di depanku, menumpangkan kepala ke tangan, dan berkata "gue bosen nih.", lalu mengeluarkan kata-kata random dan kita akan berargumen.

Memang kamu tidak kangen saat-saat seperti itu?

Nggak ya? Maaf deh kalau aku kangen.

Wednesday, October 10, 2012

Kacamata hati

Cinta bukan tentang apa yang kau lihat dengan mata terbuka. Tapi tentang yang tetap terlihat bahkan ketika matamu tertutup.

Hey kau memakai kacamata kan? Bagaimana jika kacamatamu ku ambil? Mungkinkah aku akan melihat gadis berwajah dua itu sempurna? Mungkin dunia lebih bahagia di matamu. Mungkin di matamu segalanya bercahaya dan berwarna pelangi. Bagaimana kau melihatku? Ah, mungkin aku tidak kasat mata bagimu.

Cinta yang kau lihat memang indah, karena cinta memang indah. Cinta juga tidak salah. Tidak juga benar. Makanya aku tidak bisa mengecam bahwa cintamu padanya salah.

Setelah kau merasakan cinta, perlahan ia akan membutakanmu dengan keindahannya. Ketika cinta pergi, air matamu lah yang akan membuat matamu buram.

Pakailah kacamata hatimu. Tutuplah matamu. Tanyakan pada hatimu. Apa benar dia yang aku mau?

Tuesday, October 9, 2012

Anak Panah Bintang

Aku tahu kamu tidak pernah menembak satupun anak panah yang tepat sasaran. Tapi sadarkah panahmu yang meleset itu dipungut seseorang? 

Anak panahmu indah seperti bintang. Bercahaya dan berkerlip di ujungnya. Anak panahmu yang jika ditembakkan meninggalkan jalur cahaya sangatlah indah. Sayang, tak semua bisa melihatnya. Mungkin, orang yang bisa melihatnya cuma aku. Mungkin, orang lain melihatnya cuma sebagai panah usang. Mungkin, cuma mungkin lho, panah bintangmu memang ditujukan untukku.

Memang sih tembakanmu meleset. Tapi hei, bukankah rencana hidup memang sering meleset? Daripada meratapi panahmu yang meleset, lebih baik cari tahu kemana jatuhnya, siapa tahu kau bertemu harta karun. Siapa tahu, yang kau temukan lebih bagus dari yang kau bidik. Siapa tahu, panahmu yang meleset menunjukkan takdirmu. Siapa tahu, panah yang kupungut ini adalah yang kau cari.

Dan siapa tahu, aku akan bertemu denganmu

Jika begitu, aku bersyukur memungut panahmu! Kita bisa tertawa seperti dulu. Kita bisa bermain-main lagi! Aku punya cat baru, yuk bermain cat di tembok rumahku! Warnai terbok rumahku dengan pelangi sebagaimana kau mewarnai hatiku. Kita bisa bersama terus. Kita bisa ngobrol sampai bintang bertaburan di atas kita. Dan aku akhirnya bisa bahagia lagi.

Dan mungkin kau akhirnya bisa berhenti meratapi 2 panah lainnya yang kau hilangkan. Mungkin kau bisa tertawa lagi seperti sedia kala. Mungkin akhirnya kau mau berdebat konyol denganku lagi. Mungkin akhirnya matamu kembali bercahaya. Mungkin kau bisa bahagia lagi, seperti sebelum 3 panah bintangmu meleset,

dan satunya dipatahkan sebelum kau gunakan.

Makanya, ayo cari aku. Ayo hampiri panah bintangmu. Aku akan mencoba membuatmu bahagia seperti dulu. Karena aku peduli padamu, dan aku kangen kamu yang dulu!

Monday, October 8, 2012

Jangan lagi

Kamu kenapa lagi? nangis?
Dia gak pantes ditangisin. Dia gak pantes buat kamu. Dia jahat sama kamu. Dia gak peduli sama hati kamu.
Jangan nangis lagi!
Dari awal emang dia buat kamu? Dari awal peduli apa dia sama kamu? Kamu dimanfaatin! Kamu dijahatin! "Atas nama cinta" itu katamu. Tuh kan, lagi-lagi kamu mengeluarkan kata-kata kosong. Kamu bahkan gabisa tepatin kata-kata kamu sendiri. Kamu kayak anak kecil yang asal ngomong. Anak kecil arogan yang sok mengerti hidup.

Sudahlah, hentikan isakanmu.
Menurut kamu, dia begitu berharga? kenapa gak peluk erat-erat? Menurut kamu, dia sempurna? Kalau ya, yang kamu rasakan bukan cinta.

Cinta bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang melihat ketidak sempurnaan seseorang dan tetap jatuh cinta padanya.

Sudah, masih ada aku.
Mungkin untuk kamu aku nggak penting. Nggak apa-apa sih, memang kenyataannya begitu. Aku ini apa? cuma temen kamu doang. Deket aja nggak. Tapi aku peduli sama kamu, seperti aku peduli sama semua temanku. Aku gak mau orang yang aku peduliin hancur. Tapi aku lebih gak mau melihat mereka hancur tanpa bertindak apa-apa. Aku masih disini.

pertanyaanku, apakah kamu mau aku peduliin? kamu mau gak aku perbaiki? kalau kamu mau, kamu boleh menangis padaku setiap hari. Kamu boleh curhat sebanyak yang kamu mau dan kamu tahu aku pasti dengerin.

Gimana kalo aku kasih kamu 7 permintaan, mau gak?

biar gak galau-galau lagii :D

Saturday, October 6, 2012

Aku, Kamu, Kita

Aku bisa apa tanpamu
Tersenyum sulit
Tertawa pun enggan
Kamu merusakku!

Aku sering merenung
Apakah kamu juga begini
Sulit tersenyum sepertiku
Karena kau disitu tanpaku

Kamu bisa apa tanpaku
Sebenarnya, kau tak berubah
Masih tertawa seperti dulu
Hanya aku yg rusak tanpamu

Aku seperti boneka tanpa tali
Terlihat utuh namun kurang
Aku bagai hati tanpa asa
Cukup 'tuk hidup, kurang 'tuk bahagia

Kamu tali untuk ku
Menggerakkan bibirku
Membentuk seulas senyum
Menderaikan tawa ceria

Kamu asa untuk hatiku
Memberi harapan
Untuk ku disayangimu
Sepertiku mencintaimu

Kuminta kamu percaya
Pada aku si boneka usang
Cintanya tak kan berkurang
Walau ia tak lagi tertawa

Kuminta kamu mengerti
Pada hati kecil ini
Ia tak pernah berhenti percaya
Bahwa aku dan kamu bisa bersama

Bahwa suatu hari nanti
Bukan lagi aku dan kamu
Tapi kita
Sebagai satu