Segitu tidak pentingnya kah aku untukmu? Hingga merelakan beberapa bytes memori handphonemu untuk menyimpan nomorku saja kamu tidak rela.
Padahal, nomormu bertengger manis di contact list ku. Di bagian atasnya, sebagaimana seharusnya.
Segitu tidak pedulinya kah kamu? Sampai tidak berpikir sedikitpun untuk membalas surat-surat dan kartu posku.
Padahal, kartu pos itu kubuat sampai larut, berusaha keras mencari kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku di atas kertas. Padahal, 5 surat berbentuk ajaib itu kubuat hingga pukul 12 malam. Karena aku ingin memberikan hadiah paling unik untukmu.
Segitu anehnya kah aku? Sampai-sampai menyorotkan dua manik cokelatmu padaku saja terasa begitu repot bagimu.
Padahal, dua mataku yang tak secokelat milikmu selalu setia mengikuti gerakanmu.
Kenapa sih? Kenapa kamu begitu jahat? Padahal aku sudah jatuh cinta padamu. Padahal aku sudah berusaha begitu keras, sangat keras untuk mendapatkanmu. Padahal kamu sudah menahan kakiku, agar tidak meninggalkanmu. Untuk apa? Untuk apa susah-susah menyakitiku, membuatku makin jatuh, memberi harapan, kalau kamu tidak berniat melihatku?
Sunday, April 7, 2013
Saturday, April 6, 2013
Wallpaper
Kamu tahu apa wallpaper handphone ku?
Foto kita berdua, dengan tulisan yang serupa dengan doaku yang kubisikkan tiap sujud.
"I'm gonna get you, before we drift further apart. We'll be together, happy, free, and loved."
Mengapa? Karena aku akan mengaminkan tiap membacanya. Karena aku menatap layar handphone jauh lebih lama daripada menatap hal lain. Karena salah satu cara mewujudkan mimpi adalah menuliskannya. Karena mungkin hanya foto itu saja yang memuat kita berdua bersama. Karena aku sering kangen sama kamu, jadi tiap kangen tinggal kubuka handphone ku. Karena aku serius menginginkan bisa bersamamu. Karena aku tidak ingin melupakan hari itu. Karena aku tidak mau kamu melupakanku.
Dan karena aku menyayangimu.
Foto kita berdua, dengan tulisan yang serupa dengan doaku yang kubisikkan tiap sujud.
"I'm gonna get you, before we drift further apart. We'll be together, happy, free, and loved."
Mengapa? Karena aku akan mengaminkan tiap membacanya. Karena aku menatap layar handphone jauh lebih lama daripada menatap hal lain. Karena salah satu cara mewujudkan mimpi adalah menuliskannya. Karena mungkin hanya foto itu saja yang memuat kita berdua bersama. Karena aku sering kangen sama kamu, jadi tiap kangen tinggal kubuka handphone ku. Karena aku serius menginginkan bisa bersamamu. Karena aku tidak ingin melupakan hari itu. Karena aku tidak mau kamu melupakanku.
Dan karena aku menyayangimu.
Subscribe to:
Posts (Atom)