Tuesday, March 26, 2013

It's always been you

It was when I said your name, I realize that this lump in my chest is your doing. It was when I saw you smile, I realize what had gotten me to like you. It was always your crummy jokes and sarcasm that I love, never your calm and looks. It was always the conversations we share, the laughter and sneers we do. All the games and yelling, and tears with crying, I shared so much with you. I wish I can share this feelings as well, maybe then you'll stop being so sad.

I miss us. How we share all the jokes, the sarcasm, the bad comments. I hate how time flies, taking you away from me or taking me from you. I miss talking with you. I miss our long sass battle that ends with apologises and guilt. I miss switching glasses, and how I whine about yours is too thick for me. I know you'll ask me to shut it, but maybe I want you to ask me to shut it. I miss being done with the exam and lay my head on the table, knowing that I will see you mirroring my action. We will throw knowing glances and smiles, sometimes meaningless small talks or little games that I'll probably won. I always wanted to win, because then I will see your pouting face.

I miss all of that, all of the warm conversations. And above all, I miss you, you stupid aipom.

Monday, March 25, 2013

Surat untuk aipom

MONGKIII!

Kangen bangeet! Sebenernya tadi baru ketemu tapi ya gitu lah hehehe. Aku gatau nih mau nulis apa, cuma mau bacot aja soalnya bosen terus lagi pengen banget ngomong sama kamu.

Btw tau gak kenapa nama surat ini "Surat Untuk Aipom"? Soalnya.... Aku kan suka panggil kamu monyet albino, terus waktu itu aku sama Dhiya lagi ngomongin pokemonnya orang-orang. Terus karena Aipom itu unyu dan monyet jadi aku putusin pokemon kamu aipom HAHAHA gapenting dadah-_- tadinya mau infernape tapi terlalu badass buat makhluk lemah kayak kamu.

Oiyaa, kan di surat sebelumnya aku bilang takut move on kan? Gajadi kok, masih setia sama aipom albino ini hehe. Abis dia jahat, lebih jahat dari kamu dulu haa gakuaaat. Jangan sedih dong, aku gajadi move on. Iyasih pasti kamu gamau disukain orang gajelas kayak aku. Udah jelek, bodoh, freak lagi. Maaf deh gajadi move on, tapi kan ginian gabisa diatur :(. Mending kamu yg move on aja ke aku gimana? *plakk*

Hujan

Hujan, hari ini hujan
Menghalangi cahaya jingga
Yang biasanya menelusup ke kamar
Dan menjadikannya terang

Diam, hanya itu yang kulakukan
Menatap langit kelabu
Mengharap bisa mengintip oranye
Yang ada dibaliknya

Aku suka hujan, sungguh
Namun kali ini waktu yang ia pilih
Teramat sangat salah
Tidak boleh ada hujan dikala senja

Aku sangat amat suka senja
Senja adalah waktu yang ajaib
Ketika siang dan gelap bertemu
Dan menjadikan jingga

Dan lagi, tidak kah kamu ingat? Kamu memberiku harapan dikala senja.
Tidak kah kamu tahu? Ketika itu aku menyadari betapa kamu adalah seorang yang berharga bagiku.
Kamu masih tidak mengerti?
Sejak senja satu maret, aku sadar bahwa sudah lama aku jatuh padamu.

Friday, March 15, 2013

Bilah Merah - Cosmical

Bilah Merah

Memang apa yang kamu dapat
Dengan terus menoreh luka untukku?
Mungkin kamu merasa lebih baik
Setelah melihatku menderita

Apa yang kamu rasakan
Ketika tangisku jatuh dan luka menganga
Apakah kamu merasa lega?
Atau malah, bahagia yang tak terhingga

Jika memang merahnya darahku
Yang bisa membuatmu bahagia
Maka terus mainkan bilahmu
Setidaknya aku bisa berkata jujur

"Aku sudah membahagiakanmu sebelum pergi bersama kematian."

Cosmical

Rasanya aku ingin masuk ke lubang hitam
Tentu dengan membawa kamu seorang
Karena satu detik di dalamnya
Terasa bagai selamanya

Rasanya ingin kuajak kau menaiki komet
Melewati Jupiter, Saturnus, Mars
Hanya bersamamu dan mungkin buku
Di atas sebuah bintang berekor

Aku merasa seperti meteor yang bodoh
Sudah jatuh begitu lama dan jauh
Bergesekan dengan atmosfirmu dan terluka
Namun tak kunjung mencapai permukaan

Aku takut, ketika aku tiba nanti
Sudah tidak ada yang tersisa dariku
Lantaran sudah habis karena atmosfirmu
Meteor yang tak menjadi meteorit

Monday, March 11, 2013

Surat untuk monyet albino

11 Maret 2013

Untuk mongki,

Hai mongkii!! Kangen banget niih udah lama gak nulis ginian. Setres bgt kan dibantai ujian terus kayak gini T_T masa gak abis-abis sih huu jiwa aku lelah.

Btw, how's kartul? Aku gak nonton kamu presentasi sih hehe. Semoga bagus ya, keliatannya sih punya kamu bagus. Eh masa pas aku presentasi LCDnya mati! Apa banget kan, baru juga sampe tujuan penelitian. Miris nih emang kalo orang sial disuruh presentasi. Akhirnya aku presentasi gak pake slide. Two weeks of struggling with powerpoint, comes off unused *badluck myra*. Tapi bagusnya pertanyaannya gampang yeayy!

Mong, aku takut nih. Takut move on dari kamu. Aku gak mau, aku maunya kamu. Aku maunya monyet odong super ngeselin yang dingin, bukan orang ini. Kalo sama orang ini aku pasti jauh lebih terluka dari suka sama kamu, soalnya dia udah punya. Kamu kan kayak aku, pathetic lovesick dorks. Makanya, jadian aja yuk, so we can be dorks together :)

Ngarep ya? Hahaha nggak kok. Semua bisa terjadi kalau kita berusaha. Aku lagi berusaha, lagi mencoba biar kamu liat aku lagi. Berhasil gak? Haha nggak ya? Ngapain juga kamu liat cewek jelek kayak aku. Maaf, aku emang harusnya optimis tapi kayaknya kenyataan tuh.... Sedih banget. Ya nggak mong?

Dari,
A. S. A

Friday, March 1, 2013

Selamat 1 Maret

Jatuh cinta padamu begitu sakit, begitu pedih. Seperti luka-luka itu, yang perih ketika diobati. Jatuh untukmu laksana jatuh dalam arti sebenarnya. Sakit, keras, dan sepertinya ada yang patah. Mungkin hatiku, aku tak tahu.

Kuharap kita tidak perlu bertemu. Supaya aku tidak jatuh cinta dan menginginkanmu. Supaya aku tidak terluka begini. Jika begitu, mungkin satu tahun yang menyakitkan ini tidak perlu ada.

Selamat satu tahun melukaiku, semoga kamu puas. Semoga kamu sadar aku terluka. Semoga akhirnya kamu melihatku lagi. Begitu lama waktu yang sudah terlewat sejak itu, namun aku masih merasa sama. Kamu pun belum berubah pikiran, masih mengejarnya dan membuatku terluka.

Selamat satu tahun menyakiti satu-satunya perempuan yang mencintaimu dengan tulus. Mungkin akan ada lagi yang mencintaimu, namun tidak akan ada lagi aku yang lain. Kamu sempurna bagiku, dengan segala kekuranganmu. Dan aku cukup yakin tidak ada lagi yang berpikir begitu. Aku sayang kamu, hari ini, satu tahun lalu, mungkin untuk kedepannya juga. Tolong lihat aku, walaupun aku sama sekali tidak cantik atau manis, namun aku tulus memberikan hatiku.