Sunday, April 7, 2013

Tanda tanya

Segitu tidak pentingnya kah aku untukmu? Hingga merelakan beberapa bytes memori handphonemu untuk menyimpan nomorku saja kamu tidak rela.

Padahal, nomormu bertengger manis di contact list ku. Di bagian atasnya, sebagaimana seharusnya.

Segitu tidak pedulinya kah kamu? Sampai tidak berpikir sedikitpun untuk membalas surat-surat dan kartu posku.

Padahal, kartu pos itu kubuat sampai larut, berusaha keras mencari kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku di atas kertas. Padahal, 5 surat berbentuk ajaib itu kubuat hingga pukul 12 malam. Karena aku ingin memberikan hadiah paling unik untukmu.

Segitu anehnya kah aku? Sampai-sampai menyorotkan dua manik cokelatmu padaku saja terasa begitu repot bagimu.

Padahal, dua mataku yang tak secokelat milikmu selalu setia mengikuti gerakanmu.

Kenapa sih? Kenapa kamu begitu jahat? Padahal aku sudah jatuh cinta padamu. Padahal aku sudah berusaha begitu keras, sangat keras untuk mendapatkanmu. Padahal kamu sudah menahan kakiku, agar tidak meninggalkanmu. Untuk apa? Untuk apa susah-susah menyakitiku, membuatku makin jatuh, memberi harapan, kalau kamu tidak berniat melihatku?

No comments:

Post a Comment