Nggak tahu ya, aku cuma ingin menangisi hal-hal yang belum kita lakukan dan memori yang terlupa.
Aku cuma ingin keluar dari pekatnya rindu tapi nyatanya aku tak bisa. Aku ingin berhenti mengucurkan air mata tapi nyatanya mataku tetap basah. Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi tapi sepertinya itu sulit.
Nggak tahu lagi. Pokoknya kamu menyebalkan.
Kamu nggak menganggapku ada lagi padahal dulu selalu datang padaku. Kamu nggak menatapku lagi. Kamu nggak ngomong sama aku lagi. Kamu nggak pernah lagi duduk secara random di depanku, menumpangkan kepala ke tangan, dan berkata "gue bosen nih.", lalu mengeluarkan kata-kata random dan kita akan berargumen.
Memang kamu tidak kangen saat-saat seperti itu?
Nggak ya? Maaf deh kalau aku kangen.
No comments:
Post a Comment