Thursday, July 12, 2012

Senja

Di ujung senja aku berada
 Menggengam segelas teh dengan wajahmu terlukis di atasnya 
Pelan, aku menyesapnya 
Membiarkan memori tentangmu meresap


Wajahmu terlukis jelas di mataku 
Saat kita pertama bertemu
 Sebelumnya aku sudah mengenalmu 
Tapi siang itu 
Aku benar-benar jatuh untukmu 


 Kuhirup kembali teh di tanganku 
Mengingat kekasihmu 
Perempuan yang cantik dan cerdas 
Sempurna 
Kau tampak bahagia dengannya
Selalu tersenyum dengan tulus 
Ah, kapan teh ini menjadi pahit? 


 Aku menghela nafas 
Jika mengingatnya, aku jadi ingat 
Saat kalian berpisah 
Kau sedih, hancur, patah hati 
Ia yang kau anggap milikmu 
Lepas dari genggaman 
Aku pun merasakan kesedihanmu 
Hidup memang kejam ya?

No comments:

Post a Comment